Seni drama merupakan bentuk seni pertunjukan yang kompleks. Dan kata drama berasal dari bahasa Yunani dramoi yang artinya berbuat, bertindak, atau beraksi yang dilakukan diatas pentas. Kata teater berasal dari kata theatre yang berarti atau tempat pertunjukan.
Baik drama, teater mempunyai maksud atau tujuan yang sama yaitu mengangkat cerita berkonflik melalui adegan peradegan permasalahan sampai ketitik klimaks dan berakhir dengan penyelesaian.
belajar seni,, sangat menyenangkan
Rabu, 21 Desember 2011
B. BENTUK SENI DRAMA
Bentuk drama/teater dibagi menjadi 3:
- Drama Tragedi memiliki cerita penuh konflik. Contoh drama tragedi di Indonesia: kapai-kapai oleh Arifin C Noer.
- Drama Komedi memeiliki isi cerita penuh canda/humor dan akhir bahagia. Tokoh drama komedi di Indonesia diantaranya Bing Slamet, Benyamin.
- Drama Tragikomedi adalah gabungan drama tragedi dan komedi. Isi ceritanya memuat kesedihan sekaligus lawakan.
C. RAGAM DRAMA TRADISI DAERAH
Ragam drama/teater daerah di Indonesia banyak sekali. Masing-masing memiliki bentuk dengan ciri khusus yang berbeda. Drama tradisional daerah biasanya disajikan dengan akting atau seni peran yang matang penuh penjiwaan. Ini karena para seniman drama telah menjadikan seni peran ini sebagian dari diri dan hidup mereka.
1. Jawa Barat
1. Jawa Barat
Teater rakyat Jawa Barat rata-rata dipentaskan sebagai hiburan pelepas lelah. Berikut ini beberapa drama di Jawa Barat:
a. Ogel, berupa lawakan-lawakan santai tentang kehidupan manusia.
b. Longser (conggang sumedang), bercerita tentang kehidupan manusia dan diiringi musik gamelan.
c. Bonjet, memiliki bentuk dan isi cerita mirip longser. Di iringi musik kendang, rebab, kecruk, dan kromong.
- Dalam topeng cirebon para pemain menggunakan topeng dan pengungkapan isi ceritanya lewat seorang dalang. Cerita yang dipentaskan adalah cerita menak, ramayana, dan mahabrata.
- Reog dimainkan oleh 5 orang yang masuk panggung bersamaan. Pertunjukannnya diiringi permainan musik gendang.
- Angklung badut mirip seperti Reog busananya sederhana, dan alat musik yang dibawa tongtong. Pemain masuk ke panggung satu-persatu.
Drama dari daerah ini kebanyakan memiliki alur yang panjang dan terdiri dari beberapa adegan.
Jenis-jenis drama atau teater dari daerah Jawa Tengah adalah ketropak, wayang orang, srandul, dan wayang kulit. Sedangkan di Jawa Timur terkenal pertunjukan ludruk.
- Ketropak mulanya berupa potongan babak yang dipentaskan secara keliling dengan iringan lesung dan potongan bambu. Dalam ketropak ada seni peran, vokal, dan gerak tari. Untuk nyanyiannya para pemain dibantu oleh waranggono atau sinden dan para niaga (penabuh gamelan).
- Wayang orang mementaskan cerita dari kitab ramayana dan mahabrata seperti wayang kulit. Para pemain mempertunjukkan peranan lewat tarian dan tembang, bahkan untuk adegan perkelahian. Tiap tokoh memiliki busana, nada suara/ cara bicara, dan gerak-gerik yang khas. Adapula seorang dalang dan sinden berfungsi sebagai pencerita
- Srandul berkisah tentang cerita menak, jumlah pemainnya lebih sedikit daripada wayang orang.
- Ludruk adalah ketropaknya Jawa Timur. Cerita Ludruk diambil dari sejarah, dongeng, legenda, atau para warok yang sakti mandraguna.
- Barong dipertunjukkan didepan gapura. Pemain menyapaikan cerita lewat gerak tarian adapula adegan lawakan.
- Arja adalah wayang orang Bali yang dipentaskan semalam suntuk dengan latarbelakang pura. Adegan diungkapkan dengan gerak tari dan tembang atau fokal bahasa Bali yang digayakan dengan diiringi gamelan Bali.
- Kecak paling sering mementaskan ramayana. Komposisi kecak melingkari obor penerang yang ditancapkan ditengah-tengah area pementasan. Para pemain masuk lingkaran adegan peradegan, sambil menari dan mengurai cerita ramayana.
D. FUNGSI DRAMA
Drama berfungsi sebagai sarana menyampaikan informasi baik dan buruk dalam bentuk pertunjukan kelompok. Drama juga memiliki alur cerita yang bisa digunakan untuk mencermati kembali apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada umumnya.
Selain itu drama juga dapat dipakai sebagai media ekspresi dan komunikasi. Bagaimana ekspresi marah, sedih, gembira, gemas, gengsi, sombong, ramah, congkak dapat di keluarkan melalui kegiatan berolah drama dengan demikian apa yang keluar dari dalam lubuk hati dapat dipahami oleh penonton.
Langganan:
Postingan (Atom)